20/05/18

Jatuh Cinta


Kadang, jatuh cinta tak terletak pada persoalan kamu yang terpesona dengan segala yang ada pada dirinya pada pandangan pertama, namun ada pada perjalananmu yang kemudian terus-menerus membiasakan diri dengannya. Pertemuan pertama adalah bagian dari perkenalan yang teramat biasa. Tak ada drama. Tak ada cerita menarik yang kemudian membuatmu akan selalu mengingatnya. Hanya saja, takdir yang kemudian membawamu pada pertemuan-pertemuan selanjutnya dengannya. Kemudian diam-diam kalian saling suka. Saling tertarik satu dengan lainnya. Kadang, jatuh cinta adalah satu garis lurus kronologi yang tak dapat kamu hilangkan salah satu momennya. Setiap waktu ialah penyumbang perasaan yang kemudian terakumulasi pada satu kesempatanmu mengungkapkan isi hatimu padanya.

“Maukah kamu jadi bagian dari hidupku?”

Atau malah kamu memilih untuk membiarkan perasaan itu tumbuh sesukanya. Kamu hanya berharap bahwa suatu saat nanti, perasaan yang tengah kamu tanggung akan hilang dengan sendirinya. Sebab kamu khawatir, Ia bahkan tak pernah memiliki perasaan yang sama denganmu. Di sisi lain kamu juga yakin bahwa jatuh cinta tak melulu harus mendapatkan dirinya. Cukup memendamnya saja.

Karena yang perlu sama-sama kita tahu, setiap orang selalu punya cara masing-masing untuk menghadiahi dirinya saat jatuh cinta, entah harus mengungkapkan, atau terpaksa harus meredamnya dalam-dalam. 


Belanda, 20 Mei 2018
-Ikrom Mustofa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...