20/05/18

Jatuh Cinta


Kadang, jatuh cinta tak terletak pada persoalan kamu yang terpesona dengan segala yang ada pada dirinya pada pandangan pertama, namun ada pada perjalananmu yang kemudian terus-menerus membiasakan diri dengannya. Pertemuan pertama adalah bagian dari perkenalan yang teramat biasa. Tak ada drama. Tak ada cerita menarik yang kemudian membuatmu akan selalu mengingatnya. Hanya saja, takdir yang kemudian membawamu pada pertemuan-pertemuan selanjutnya dengannya. Kemudian diam-diam kalian saling suka. Saling tertarik satu dengan lainnya. Kadang, jatuh cinta adalah satu garis lurus kronologi yang tak dapat kamu hilangkan salah satu momennya. Setiap waktu ialah penyumbang perasaan yang kemudian terakumulasi pada satu kesempatanmu mengungkapkan isi hatimu padanya.

“Maukah kamu jadi bagian dari hidupku?”

Atau malah kamu memilih untuk membiarkan perasaan itu tumbuh sesukanya. Kamu hanya berharap bahwa suatu saat nanti, perasaan yang tengah kamu tanggung akan hilang dengan sendirinya. Sebab kamu khawatir, Ia bahkan tak pernah memiliki perasaan yang sama denganmu. Di sisi lain kamu juga yakin bahwa jatuh cinta tak melulu harus mendapatkan dirinya. Cukup memendamnya saja.

Karena yang perlu sama-sama kita tahu, setiap orang selalu punya cara masing-masing untuk menghadiahi dirinya saat jatuh cinta, entah harus mengungkapkan, atau terpaksa harus meredamnya dalam-dalam. 


Belanda, 20 Mei 2018
-Ikrom Mustofa-

07/05/18

Mari Bertemu dalam Buku-buku


“Semakin aku jauh, semakin aku tahu bahwa kamu adalah satu terbaik yang harus terus kuperjuangkan”


Belajarlah dari lokomotif dan segala keteguhannya. Ia mengenal peron stasiun, tempat beribu kenangan tercipta, tempat jutaan manusia menitikkan air matanya atau yang berberat hati melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal pada sosok terkasihnya. Kemudian ia harus mengenal arti menjauh. Melepas ikatan-ikatan perasaan, membiarkannya berjibaku dengan air mata dan segala luka-luka. Ia memutuskan diri menjadi lokomotif yang tegar berjalan pada jalurnya. Ia percaya diri bahwa suatu ketika jalur itu akan kembali pada peron yang sama, bertemu setelah sekian lama merindu. Ia yakin pada itu semua. Dan ia hanya berupaya untuk tetap berada pada apa-apa yang harus ia jalani. 

Belajarlah dari angin. Ia mengenalmu satu-persatu. Menyapa lembut tepat di hadapanmu. Namun ia memilih sembunyi. Bahkan ia mengajarkanmu satu hal. Tentang merelakan, tentang rasa yang tak melulu harus memiliki. Ialah ketika kamu tengah kesulitan bagaimana keikhlasan bekerja, belajarlah dari angin. Ia menyejukkan, namun tak pernah menampakkan fisiknya. Kenalilah lebih dekat. Menjadi angin ialah menjadi dirimu yang tanpa pamrih. Menyayanginya, mencintainya, bahkan jatuh hati padanya ialah upayamu membebaskan semuanya. Perihal ia menerima atau tidak, bukan lagi pada urusanmu mempengaruhinya. Angin tak pernah mengajarimu demikian, bukan?

Satu lagi..

Belajarlah dari dirimu sendiri. Sebab kamu mengagumkan. Selalu ada cinta pada hati seseorang, dan setiap orang punya cara masing-masing untuk menyampaikannya, setiap manusia punya jalan tersendiri untuk mengekspresikannya. Cinta yang membuatmu lemah sekaligus kuat. Lemah karena kamu terlalu berlarut-larut dalam perasaanmu, namun akan menjadi kuat sebab kamu yang mengetahui cara mendamaikan semuanya. Cinta membuatmu lebih mengenal dirimu sendiri. Cinta membuatmu menjadi diri sendiri. 

Belajarlah. Jangan pernah katakan padaku bahwa kamu akan memutuskan berhenti belajar. 



Belanda, Mei 2018.
-Ikrom Mustofa-

22/04/18

Berhenti Menunggu


Apa yang kemudian membuatmu betah berlama-lama dengannya. Dengan kepastiannya yang tak kunjung tiba. Ia membuatmu menunggu lama. Tak hanya itu saja, ia telah mencipta sepotong waktu yang di dalamnya kamu terjebak dengan segala rupa, paras, kharisma, bahkan sikapnya. Jelas saja, kamu sedang berada dalam hubungan yang tak baik. Ia bebas menebar perasaannya pada siapa saja, sedang kamu terus saja mencoba untuk mengeja aksara setia.

Karena menunggu tentu ada batasnya. Segala sesuatu bahkan harus dipastikan keberadaannya. Termasuk soal hati dan perasaan. Apakah masih bisa bermuara, menetap sementara atau selamanya, atau bahkan harus pergi dan menepi saat ini juga. Kita manusia, memberi jeda pada waktu untuk bisa sabar menunggu adalah satu aktivitas yang tetap harus dihadiahi kepastian. Kamu terus memberi ruang hati padanya, sedang ia bahkan acuh tak acuh akan kehadiranmu.

Sudahilah. Walaupun rindu ialah tentang hati, namun kamu harus tetap menggunakan logika. Tak ada lagi yang harus didekati, kecuali kamu yang harus segera memutar haluan. Membiarkan ia terbang sendiri dalam pengembaraannya adalah keputusan terbaik saat ini. Dia juga mungkin tengah mencari teman perjalanan, namun tentu itu bukan kamu.

Berhentilah. Sosok yang kamu harapkan menjadi teman terbaik di masa depan harus segera pupus. Sedikit demi sedikit kamu harus melupakannya. Ia tengah berharap seorang lain akan ada di kehidupannya. Bukan kamu, seorang yang ia lihat hanya sebagai teman. Sebatas teman. Tidak untuk teman hidup.

Karena bagaimanapun, Tuhan telah menciptakan hamba-Nya berpasang-pasangan. Seorang terbaik untukmu telah ada dan menunggumu di sana. Dekatilah dengan usaha dan doa. Sembari kamu memulihkan hati dan perasaanmu untuk segera melupakan dia yang kini akan segera bersanding dengan orang lain. Percayalah, orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Tetaplah berbuat baik.



Belanda, April 2018.

05/04/18

Serba-serbi Tulisan Kreatif (Creative Writing)



Halo semuanya, semoga kabar baik di manapun berada. Tulisan saya kali ini bukan tentang prosa, puisi, atau catatan perjalanan yang rutin saya tulis beberapa tahun belakangan ini. Di tulisan saya kali ini, saya ingin membahas secara umum tentang serba-serbi tulisan kreatif. Bukan bermaksud menggurui, namun lebih kepada berbagi pengalaman dan ide, karena sejujurnya saya juga masih dalam tahapan belajar menjadi penulis yang aktif menulis dengan kualitas tulisan yang harus lebih baik dari hari ke hari.

Bagi saya, setiap orang dilahirkan untuk menjadi kreatif. Hal ini terjadi karena setiap hari selalu saja ada masalah yang lahir, yang pada akhirnya membuat manusia semakin berpikir untuk bisa memecahkan masalah tersebut. Begitu pula tulisan kreatif, ia terlahir dari berbagai masalah, kompleksitas kehidupan, dan berbagai kejadian yang ada dalam kehidupan ini, yang kemudian diabadikan oleh sang penulis dalam redaksi bahasa yang lebih baik, dengan penambahan ide sekaligus solusi baik eksplisit maupun implisit dari sudut pandang penulis, dan akhirnya dapat dinikmati oleh kelompok pembaca.

Lalu apakah tulisan kreatif itu?

Dari berbagai sumber yang saya baca, tulisan kreatif dapat diartikan sebagai buah karya yang inovatif, kekinian, memiliki upaya untuk menjaga nilai orisinalitas, dengan bahasa yang tidak kita sangka-sangka karena begitu menari dan mengejutkan, namun sangat menarik untuk dibaca dan digali maknanya. Lebih jauh dari pada itu, tulisan kreatif juga memiliki upaya untuk mendorong, mengembangkan, membidik, bahkan memecahkan masalah dan mengatasi kesulitan, juga sebagai sumber inspirasi. Tulisan kreatif lebih kepada upaya menyeimbangkan kinerja otak kiri yang fokus pada pemikiran kritis, strategis, dan analitis, dengan cara kerja otak kanan yang berorientasi pada pemikiran lateral dan kreatif.

Berbicara tentang tulisan kreatif, ada banyak sekali model tulisan kreatif itu sendiri. Perlu teman-teman tahu juga, tulisan kreatif secara umum dibagi menjadi dua, yaitu tulisan kreatif fiksi dan nonfiksi. Kalau tulisan kreatif fiksi ini lebih condong ke hasil karya yang murni dari imajinasi seseorang akan suatu hal, atau bisa juga terjadi dari perpaduan antara data dengan imajinasi yang tertuang dalam tulisan-tulisan. Contohnya adalah novel, cerpen, naskah drama, puisi, prosa, skenario film, lirik lagu, dongeng, dan lain-lain.  Sedangkan tulisan kreatif nonfiksi adalah tulisan yang berasal dari data yang akurat. Jenis tulisan ini adalah biografi, esai, catatan perjalanan, dan lain-lain.

Banyak sekali manfaat yang dapat teman-teman ambil dari usaha untuk terjun dalam kepenulisan kreatif. salah satu manfaat itu adalah upaya teman-teman untuk bisa mengekspresikan diri secara personal dengan gaya kepenulisan kita masing-masing. Tidak hanya itu, tulisan ini juga dapat dijadikan sarana untuk berbagi pengalaman hidup. Sebagai contoh, saya pernah berbagi tulisan tentang pengalaman saya mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi nasional, teman-teman bisa cek tulisannya di sini. Selain itu, tulisan kreatif juga bermanfaat untuk menyimpan kenangan dan sebagai upaya untuk refleksi sekaligus kontemplasi diri. Teman-teman bisa cek tulisan saya di sini juga untuk tulisan kategori sastra yang menurut saya cukup imajinatif, hidup, segar, dan bernilai seni tinggi.

Dalam sebuah kesempatan, Ridwan Kamil (Walikota Bandung saat itu) pernah berkata bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Memiliki hobi menulis yang kemudian jadi sebuah pekerjaan kenapa tidak. Banyak dari kita yang kemudian berhasil menjalani pekerjaan sebagai penulis, reporter, komponis, praktisi kepenulisan, dan semacamnya yang dulunya berawal dari kegemarannya dalam bidang menulis. Saya pribadi, walaupun saat ini saya sedang menempuh pendidikan master saya di Belanda dalam bidang bencana alam, namun semangat menulis saya tidak pernah berhenti. Bahkan saya bisa lebih produktif di sini, dengan menelurkan beberapa buku yang terbit di beberapa penerbit nasional.

Melihat perkembangan literasi di Indonesia yang saat ini semakin marak terjadi, yang kemudian banyak sekali orang yang berkeinginan untuk ikut terjun di dalamnya sebagai penulis. Lalu sebenarnya apa yang harus dimiliki oleh seorang penulis itu agar tetap produktif menghasilkan karya? Menurut saya yang juga saya sadur dari berbagai sumber, ada beberapa trik untuk tetap produktif menulis, di antaranya adalah gemar membaca, kemauan keras untuk menulis, memiliki pengetahuan bahasa yang baik, memiliki sarana untuk bisa menuliskan karya-karya, dan pastinya memiliki tekad untuk menghasilkan mahakarya.

Satu lagi, sebaiknya tulisan yang kita buat memiliki nilai yang ingin disampaikan, sehingga setelah pembaca menyelesaikan bacaan pada tulisan kita, mereka menjadi berpikir pada nilai apa yang kemudian bisa diambil dan dihayati pada tulisan yang kita buat. Hingga pada akhirnya mereka menjadi orang baru dengan semangat baru. Kemudian, tulisan yang kita buat sebaiknya berkarakter. Temukan cara tersendiri untuk membuat gaya bahasa, metode penyampaian, bahkan konsep kepenulisan melekat pada diri kita.


Untuk mencapai suatu kesuksesan, kita harus mengalami banyak sekali kegagalan. Sebagai pengalaman saja, saya pernah berkali-kali ditolak penerbit, tulisan saya dicerca habis-habisan, dan saya mengalami trauma yang sangat berat untuk tidak mau menulis lagi. Namun pada akhirnya, kegagalan adalah mendewasakan. Kemudian saya bangkit dan dapat menemukan diri sendiri pada tulisan-tulisan yang saya buat.

Silakan kunjungi juga laman tulisan yang saya buat di sini:



Mari berkarya!!!


Belanda, 5 April 2018.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...