18/06/12

Jejak Lirih Sang Mahasiswa Prodi Meteorologi


Alhamdulillah, kali ini saya kembali menulis, mencoba kembali melatih kombinasi antara kemampuan imajinasi dan kemahiran mengetik di atas keyboard. Alhasil, sebuah tulisan sederhana dengan makna sederhana pula. Cukup ibrah yang baik yang ingin saya sumbangkan kepada pembaca sekalian.
Inilah jejak sederhana yang melabuhkan saya pada sebuah program studi cukup asing di Indonesia, hanya beberapa Universitas yang mengampu jurusan ini, seperti IPB dan ITB. Awalnya tiada saya melirik bahkan mengagumi jurusan ini karena berawal dari ketidaktahuan saya tentang seluk beluk meteorologi. Saya ingat, bahkan saya akan terus mengingat bahwa dahulu niatan saya untuk kuliah adalah memberikan kontribusi kecil untuk dunia yang semakin ekstrim ini. Alhamdulillah, banyak yang memberi respon positif mulai dari teman seperjuangan yang sesama santri, ustadz ustadzah yang selalu setia memberikan saya nasihat, tak terkecuali orang tua dan saudara-saudara saya.
Akhirnya saya bertekad mengambil program studi pendidikan dokter tepatnya nanti saya akan konsen di bidang spesialis kulit dan kelamin. Banyak yang menertawakan saya mengapa saya mengambil spesialis itu. Hmm, dengan entengnya saya menjawab bahwa dalam beberapa tahun ke depan banyak orang yang akan terkena penyakit kulit dan kelamin yang salah satunya dipengaruhi oleh perubahan iklim global atau lebih tepatnya fenomena global warming. Setuju, ya mereka mengangguk setuju dengan harapan asa saya dapat tercapai nantinya.
Musim SNMPTN pun tiba, dengan langkah begitu gontai kuikuti semua jenis pendaftaran yang diberikan oleh pihak madrasah, mulai dari pendaftaran SNMPTN undangan, Undangan Khusus, hingga pendaftaran program beasiswa santri berprestasi yang ditaja oleh Kementrian Agama RI. Lewat SNMPTN undangan saya lulus di program studi Matematika UIN Sunan Kalijaga, melalui jalur undangan khusus, alhamdulillah Allah masih memberikan berkah kepada saya untuk dapat menginjak kampus biru UGM. Namun dari kedua jalur tersebut tidak ada satupun yang menyebutkan program studi pendidikan dokter. La ba’sa akhi, begitu teman-teman pondokku menasihatiku. Dengan keyakinan karena Allah, saya bertekad untuk terus bisa berkontribusi terhadap dunia yang semakin ekstrim ini, toh tidak harus mengambil jurusan pendidikan dokter untuk mewujudkan semua itu.
Beberapa hari setelah pengumuman itu, saya kembali dirisaukan oleh keindahan sebuah pilihan. Saya ragu antara UIN Sunan Kalijaga atau UGM. Saya juga risau apakah akan terus menunggu hasil program PBSB oleh kementrian Agama tersebut. Kembali dihadapkan pada beberapa pilihan yang kesemuanya ada positifnya dan ada pula kekurangannya. Setelah melalui usaha dan do’a yang cukup panjang, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil UGM. Namun lagi-lagi saya harus menunggu program PBSB itu.
Pagi itu, tepat hari jum’at, bertepatan pula dengan hari terakhir pembayaran daftar ulang di UGM. Beberapa hari sebelumnya saya juga telah memesan tiket pesawat untuk bertolak dari bandara Sultan Syarif Qasim Riau menuju bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Hari itu pula saya telah membuang jauh-jauh angan untuk memperoleh beasiswa kementrian agama. Sebelum membayar di bank, saya sempatkan ke warnet untuk mengecek apakah pengumuman PBSB sudah keluar atau belum. Lagi-lagi belum, fikirku. Akhirnya dengan tekad cukup bulat, menjelang sholat jumat, saya membayar lunas biaya daftar ulang di UGM yang menurutku cukup mahal.
Sesampainya dirumah, siang menjelang senja, telepon selularku berdering. Sebuah panggilan masuk dari kakak kelasku di IPB, ia menginformasikan bahwa saya lulus PBSB di IPB. Perasaan gembira bercampur keharuan yang tak terkira. Kedua orang tuaku juga sangat terharu atas raihan ini. Namun kembali saya teringat akan biaya daftar ulang yang telah kubayarkan tadi siang. Penyesalan yang tiada batas, keluhku. Dengan sabarnya, ibuku menasihati bahwa Allah punya rencana terbaik untukku. Ayahku juga begitu, dengan bijaknya ia katakan bahwa harta dapat dicari, namun kesempatan tiada datang dua kali. Tetap istikharah, ia menutup nasihat bijaknya.
Awalnya tidak percaya dengan pengumuman lisan oleh kakak kelas tadi. Karena begitu penasaran, akhirnya keesokan harinya saya memutuskan untuk melihat sendiri pengumuman itu di internet. Alhamdulillah, saya benar- benar diterima di departemen Geofisika dan Meteorologi jurusan Meteorologi Terapan Fakultas MIPA IPB. Alhamdulillah, Allah telah memilihkan jalan yang begitu baik untuk saya, sebuah program studi yang sangat konsen terhadap perubahan iklim global.
Kini, saya mencoba untuk cinta terhadap disiplin ilmu ini. Saya berharap dengan masih sedikitnya universitas yang mengampu jurusan ini, akan lebih memudahkan saya untuk mencari peluang. Motivasi semakin menguat tatkala menemui bapak Prof. Rizaldi Boer sang dosen Geofisika dan Meteorologi yang berhasil meraih nobel perdamaian, bapak Prof. Hidayat Pawitan yang mendapat julukan bapak pakar hidrologi Indonesia. Semoga pada akhirnya saya dapat menjadi seperti mereka. Baarakallah..

Bogor, 16 Juni 2012



46 komentar:

  1. Anonim1/09/2013

    bg,
    mau nanya prospek kerja meteorologi dimana aja ya?

    BalasHapus
  2. prospek kerja program studi Meteorologi tersebar luas untuk semua bidang yang berkaitan dengan unsur cuaca dan iklim. BMKG, Lapan, BPPT, pemerintahan (deptan, peternakan, kehutanan), perusahaan luar negeri, NGO, dan masih banyak lagi.
    bahkan untuk prodi meteorologi terapan IPB sendiri, masa tunggu alumni Meteorologi IPB kurang dari 3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertama.

    BalasHapus
  3. Anonim5/25/2013

    Ada keinginan, mengingat kegagalan tahun lalu. Pesimis.. Melihat keketatan fisika thn ini lbh kecil, tapi takut ga bisa mengikuti. Mohon saran.. syukron

    BalasHapus
    Balasan
    1. IPB juga memiliki jurusan Fisika Murni, namun ada kelebihan di banding fisika univ lain, fisika IPB memiliki cabang biofisika.

      insyaallah bisa kalau ada niatannya. :)
      sukses selalu.

      Hapus
    2. Anonim6/01/2013

      barakallah, terimakasih do'anya..
      semoga saya bisa sbmptn thn ini,aamiin

      Hapus
    3. amiin.. semangat selalu..

      baarakallahu fik.

      Hapus
  4. assalamu'alaikum
    ka mau nanya untuk SNMPTN undangan, kira2 rata2 nilai rapor untuk masuk meteorologi terapan berapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan lihat di web resmi IPB. untuk prodi Meteorologi Terapan sendiri utamakan nilai Matematika dan Fisika yang tinggi. semangat masuk Meteorologi. semoga sukses. :)

      oya, ini ada link departemen Geofisika dan Meteorologi, silakan lihat2 dulu,

      http://geomet-ipb.info/web/

      Hapus
  5. Assalamualaikum.
    Ka saya tertarik dgn jurusan ini di IPB. Kira kira suka duka jd mahasiswa jurusan meteorologi ini apa ya ka?
    Semoga tahun dpn saya lolos SNMPTN dannjd mahasiswi meteorologi ipb. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam,,
      Suka duka? hmm, jadi mahasiswa Meteorologi awalnya bingung, karena belum banyak Universitas yg mengampu jurusan ini, namun setelah itu jadi senang sekaligus bangga. menjadi mahasiswa meteorologi khususnya meteorologi IPB bagi kakak adalah anugerah tersendiri, dengan dosen yg TOP, beberapa merupakan peraih nobel, dosen berprestasi, dan satulagi, peluang pengembangan potensi mahasiswanya sangat tinggi, karena saat ini topik terkait perubahan iklim sedang "booming-booming"nya.

      amiin, kami tunggu di Meteorologi IPB. :)

      Hapus
  6. boleh awk add sy di facebook? sy sgt minat dgn meteorlogi,, jd sy ingin tnya awk bnyk soaln,, please :) https://www.facebook.com/sofea.syafina

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan, dengan senang hati. :)

      Hapus
  7. Syukron untuk infonya. kalo di meteorologi terapan belajarnya apa aja gitu ya? Maksdnya pembelajaran sehabis TPB pastinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meteorologi terapan mempelajari keilmuan iklim dan cuaca serta aplikasinya, di departemen ini nantinya akan dipelajari ilmu meteorologi (membutuhkan dasar fisika dan matematika), klimatologi, hidrologi, dan agrometeorologi, serta aplikasi keilmuan dalam berbagai sektor kehidupan. :) :)

      Hapus
  8. Anonim1/13/2014

    ka kalau alumni di suatu ptn misal ipb . mempengaruhi nilai tambhan untuk masuk di ptn tersebut engga ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalau itu saya kurang tahu, namun biasanya ada beberapa sekolah yang sudah punya kuota untuk masuk IPB, hal ini dilihat dari prestasi siswa di sekolahnya, dan juga beberapa sekolah favorit dari segi akademik maupun non akademik.
      namun semua berangkat dari kita masing-masing, kalau kita yakin dan percaya diri masuk ke Universitas dengan pelamar lebih dari 50 ribu, kenapa ga dicoba. Semangat masuk IPB. maksimalkan nilai, oya, sertifikat kejuaraan (misal olimpiade, lomba karya tulis ilmiah, dll) dalam berbagai tingkatan dapat dilampirkan di form pendaftaran. hal ini sedikit banyaknya mempengaruhi penerimaan mhs terutama di IPB. :)
      semangat..

      Hapus
    2. Anonim1/24/2014

      makasih ka :) do'ain ya ka supaya bisa diterima di IPB jurusan meteorologi

      Hapus
    3. Anonim1/24/2014

      ka kalau di IPB tersebut tidak mempunyai alumni , apakah bisa siswa tersebut masuk IPB melalui SNMPTN ? Kemungkinannya berapa persen ya ?

      Hapus
    4. insyaallah bisa, berapa persennya saya kurang tahu. banyak kawan-kawan saya yang juga tidak mempunyai kakak kelas ataupun alumni sekolah tingkat atas nya, namun ia sukses belajar di IPB (Akademik, organisasi, maupun kegiatan ekstra kampus). sekali lagi, semuanya berbalik pada diri sendiri. :)

      Hapus
  9. Assalamualaikum.
    Kak, Saya ada niat untuk pilih jurusan Meteorologi Terapan-IPB tahun ini, Kira-kira pelajaran apa yang lebih diperhatikan untuk bisa masuk ke jurusan ini ??
    Syukron, Kak.
    Wassalamualaikum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam,
      kalau untuk masuk IPB, yang perlu diperhatikan adalah nilai Matematika dan IPA nya, namun tidak menutup kemungkinan nilai-nilai pelajaran lain juga akan dilihat lagi. karena di IPB ada tingkat persiapan bersama (TPB) yang akan merangkum semua mata pelajaran SMA baik IPA maupun IPS. kalau untuk Meteorologi juga sama, maksimalkan pelajaran-pelajaran tersebut. untuk pelajaran di jurusan ini sendiri, tidak hanya menekankan aspek keilmuan fisika, namun juga menerapkan keilmuan biologi, kimia, matematika, statistika, dan pemrograman komputer.
      Semangat masuk meteorologi.

      Hapus
    2. Terima Kasih Kak, Sarannya.. :)
      Oh ya, kak, setahu kakak ada berapa daya tampung untuk jurusan meteorologi ini ? atau kalau kakak tahu tahun lalu ada berapa orang yang diterima ??

      Hapus
    3. setiap tahunnya, jurusan meteorologi menerima mahasiswa baru sekitar 60 orang. :)

      Hapus
  10. mau bertanya dong ka, klo matematik dan fisika di prodi meterologi itu gmna ? matematik dasarkah atau gmna ? mohon bantuannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Frina, Matematik dan fisika merupakan dua konsep dasar yang selalu digunakan dalam berbagai kajian Klimatologi maupun meteorologi. Matematiknya dimulai dari yang dasar hingga yang terapan (eksplorasi), sedangkan fisika biasanya terfokus pada fisika atmosfer, namun tidak menutup kemungkinan juga mempelajari fisika umum.

      Hapus
  11. oh, ters mnrt kakak berat gk sih kuliah di dprtemen itu ? dan tau gk kak, untuk nilai rata2 raport jurusn meterologi terapan snmptn 2014 ? (frina)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dear Frina, kuliah di departemen ini sekali lagi tergantung orang masing-masing. ada yang sukses dapat IPK tinggi, namun ada juga yang harus berhenti karena nilai yang tidak mencukupi. nilai rapor? maksimalkan saja. :)

      Hapus
  12. Assalamualaikum, kak mau tanya..
    kalo nilai matematika dan fisika kita standar,misalnya 7,5 kemungkinan bisa masuk nggak dan yang mau masuk jurusan ini banyak nggak? terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam, Wida..
      dicoba saja dulu, lebih baik lagi kalau sekalian melampirkan piagam atau sertifikat kejuaraan ilmiah atau ekstrakurikuler di tingkat Atas. semoga dimengerti.

      Hapus
  13. Assalamualaikum kak, kak kalau alumni jurusan meteorologi di IPB banyak yang langsung masuk kerja di LIPI atau BMKG ga?

    BalasHapus
  14. kak, kalo kurang di mtk sama fisika gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya susah.. :v
      Derita kita sama..

      Hapus
  15. Ka kalau meteorologi prospek kerjanya bagaimana ?? Lalu meteorologi mempelajari apa saja

    BalasHapus
  16. Anda Mahasiswa butuh transportasi mobil yang mudah, murah dan sesuai tujuan... Taksi mahasiswa solusinya... Bayarnya hanya mulai 2.000 rupiah per kilometer sudah termasuk supir dan bensin.. Kami layaknya taksi yang siap menjemput dan mengantar mahasiswa kemana aja dan kapan aja.. Khusus mahasiswa sekitar kampus ipb darmaga... muat sampai 7 penumpang..

    http://taksimahasiswa.blogspot.com
    082113331243

    BalasHapus
  17. Anonim5/20/2015

    ASSALAMUALAIKUM BUK NI ADA TEMEN SAYA YANG MAU MASUK METEOROLOGI JUGA DIA DARI JAMBI SEKOLAH SMK DHARMA BHAKTI 1 KOTA JAMBI KIRA KIRA DIA BISA NGGAK MASUK YA ??

    BalasHapus
  18. kak kalau fisika dan matematika ny akurang kira2 biangak masuk?

    BalasHapus
  19. Knapa kakak tdk mencoba masuk ke AMG?

    BalasHapus
  20. Ka mau tanya jurusan meteorologi terapan itu banyak banget melibatkan hitung"an fisika yang rumit atau tidak ya ?

    BalasHapus
  21. Ka mau tanya jurusan meteorologi terapan itu banyak banget melibatkan hitung"an fisika yang rumit atau tidak ya ?

    BalasHapus
  22. ikrom, mohon maaf mau tanya, knp ya webnya geomet ngga bisa diakses?

    BalasHapus
  23. Assalamualaikum kak :)
    Kak mau tanya dari tahun sebelumnya yang mendaftar untuk masuk ke jurusan meteorologi kira2 berkisar berapa ribu orang kak ?

    BalasHapus
  24. nitip kuis yah.
    Pertanyaan di bawah ini sebenarnya diajukan kepada para peserta Sekolah Lapang Iklim (SLI) dimana pesertanya adalah para penyuluh pertanian yang sama sekali tidak berlatar belakang meteorologis. Tetapi ironisnya ternyata banyak panitia yang sebenarnya pakar metorologis malah ikut salah memberi jawaban.

    http://www.climate4life.info/2016/01/meterologispun-banyak-yang-salah.html

    BalasHapus
  25. ka saya mau tanya, saya tidak mahir bahkan mungkin sedikit tidak suka dalam bidang fisika karena dapat menguras otak, disisi lain saya tertarik dengan meteorologi terapan di IPB. itu bagaimana saran kaka. mohon responnya. terimakasih...

    BalasHapus
  26. MAsya Allah. Rencana Allah memang tiada yang tahu dan setiap perjuangan pasti akan berbuah manis. Jadi teringat, meterologi terapan adalah pilihan saya ketika SNMPTN dulu. Tapi, memang bukan jodohnya dan jalannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada niat buat coba ikut lagi lewat sbmptn gk ka?hehe. Kira2 kakak tau gk kenapa blm bisa masuk jurusan meteorologi?apakah karena nilai atau dsb. Barangkali mau berbagi pengalaman juga buat jadi pembelajaran:)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...