13/08/17

Prosa Terakhir untuk Puluhan Purnama Bersamamu



Tak ada frasa selain ucapan terima kasih. Atas kebersamaan. Atas kamu yang memperbolehkan rindu bertandang untuk beberapa waktu. Atas perasaanmu yang menyetujui jatuh cinta dariku berlabuh untuk mengobati candu.

Puluhan purnama telah kita lewati dengan penuh warna. Ada suka yang tak mampu tergadaikan dengan kata-kata. Ada duka yang tak hanya menyisakan luka, namun kita yang pada akhirnya belajar untuk menjadi lebih dewasa menyikapinya.

Berbulan-bulan bersamamu rasanya dekat. Ada ribuan mimpi masa depan yang kurangkai bersamamu erat-erat. Ada banyak kejutan untukmu yang belum sempat tersampaikan. Ada cinta yang bagiku baik, namun ternyata tak baik untuk diteruskan.

Kita mungkin pernah berpikir, bahwa di dunia ini ada seseorang yang tengah memperjuangkan kita, namun kita tak punya daya untuk memperjuangkannya. Mungkin aku juga harus berpikir, bahwa hidup ini harus ada yang berkorban. Bahwa penantian tak harus kamu yang datang. Bahwa pencarian tak harus kamu jadi tempatku memutuskan berhenti melanjutkan perjalanan. Dunia ini luas, kamu mungkin bagian dari takdir-Nya untuk datang sesaat, kemudian pergi, menjauh, dan tak ada lagi kamu dalam harapan ini.


Puluhan purnama bersamamu harus sama-sama kita akhiri. Maafkan aku yang belum bisa jadi seorang yang baik untukmu. Kita sama-sama menjauh untuk saling menjaga apa-apa yang sudah seharusnya kita jaga dan perbaiki saat ini. Pada akhirnya, bahagiaku sekarang bukan lagi ingin memilikimu seutuhnya, namun aku berusaha untuk menjadi bahagia ketika melihatmu bahagia.


--------
Ikrom Mustofa dalam Naskah "Dalam Sketsa"
Mohon doanya agar segera lahir dari kandungan seorang penulis. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...