01/03/17

Tanpamu Aku Bukan Siapa-siapa



Jujur, sejak jatuh cinta melandaku, aku jadi berubah. Jatuh cinta yang melemahkan sekaligus menguatkan. Dua kata kerja yang berseberangan bahkan bisa disatukan oleh frase bernama jatuh cinta.

Aku mencintaimu, sungguh. Apa yang indah dari jatuh cinta kepadamu? Adalah ketika senyummu menyetujui perihal perasaanku yang akan bebas bertengger di semenanjung dadamu. Kemudian kamu yang memperbolehkan hati ini berteman dekat dengan hatimu. Indah bukan?

Tanpamu apalah arti keberadaanku. Aku tahu, ini berlebihan. namun sekali lagi kusampaikan. Begitulah rasanya. Pahit yang terasa madu, getir yang candu, bahkan aku merasakan letih yang selalu mau lagi dan lagi. Jatuh cinta padamu membuatku bekerja dua kali pada satu aktivitas yang kulakukan. Pertama untuk benar-benar mengerjakan, kedua untuk memastikan kembali bahwa ini akan terlihat baik di matamu. Benarkah?

Benarkah jatuh cinta hampir selalu keluar dari jalur-jalur keserasian. Aku tak pernah selalu membenarkan. Namun ini terjadi pada kronologi jatuh cinta yang kualami. Ia benar-benar anomali yang menyesakkan. Berseberangan dari indeks kebahagiaan. Bahkan suatu ketika aku pernah berada pada kondisi paling ragu untuk meyakinkan benarkah ini jatuh cinta atau luka belaka. Namun sampai pada pertahananku yang semakin dalam, aku yakini bahwa ini cinta. Ini jatuh cinta. Bukan ia yang salah, hanya terkadang aku kurang sabar menapaki pendakian-pendakian ini.

Pada satu kondisi, jatuh cinta menjadikanku paling khawatir. Jika aku terpisah darimu, maka aku juga akan terpisah dari diriku. Aku bukan siapa-siapa tanpa dirimu. Pada kondisi lain, aku hanya ingin serius mencintaimu, bukan mengkhawatirkanmu berlebihan. Sebab mengkhawatirkanmu ialah masa sulit pada hari-hari yang juga makin pelik. Namun sayangnya jatuh cinta dan kekhawatiran mirip sekali dengan dua sisi mata uang. Aku mencintaimu, berarti aku siap untuk mengkhawatirkanmu.

Aku bukan siapa-siapa tanpa dirimu. Jika pada akhirnya kita tak bersama, jujur, aku belum menyusun satu siasatpun untuk melanjutkan kehidupan ini. Jika pada akhirnya kita harus berpisah untuk kebaikan-kebaikan, aku mencoba ikhlas. Namun sekali lagi, aku belum tahu harus ke mana, dengan siapa yang lain, dan apa-apa yang harus kulakukan.

Ada hampa di sana. Yang kurasakan, jatuh cinta telah membuatku menemukan cara melawan hampa. Ia mungkin tak jujur pada kata-kata, namun jatuh cinta selalu hidup pada bahasa tubuh yang sering mendadak salah tingkah, pandangan mata yang tiba-tiba jadi pemalu, dan hati yang selalu bergemuruh tak menentu.

Ada jatuh cinta di sana. Denganmu. 


-Dalam Sketsa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...