06/11/12

Kota Pati, we’re coming


Pasca UTS biasanya menyisakan letih yang berlebihan, bahkan terkadang sampai stress dibuatnya. Hmm, hal itu tidak jauh beda dengan UTS kali ini, mata kuliah yang berbeda jauh dengan mata kuliah sewaktu tingkat persiapan bersama dulu membuat “ngoyo” berlebihan kala ujian hingga selesai. Namun setidaknya pasca UTS kali ini ada sedikit “rihlah” ke tempat yang lumayan jauh untuk dijangkau. Apa lagi kalau bukan Pati, kota tani, kota industri, dan hmm, kota dua kelinci. Hehe.
Perjalanan ke Pati beberapa waktu lalu bukan sekedar untuk refreshing pasca UTS, namun ada hal yang lebih beresensi untuk dijadikan sebagai alasan. “akad nikah sekaligus walimatul ursy” mba Atin dan mas Jamal, pendamping matrikulasi dulu sekaligus sebagai alumni CSS IPB. Alhamdulillah, bersama 9 orang anggota CSS 48 (sebut saja: Faishal, Ikrom, Huda, Gani, Amir, Maliki, Anis, Dini, dan Nita), perjalanan pun dimulai dengan bersempit-sempitan di dalam mobil sewa berukuran sedang. Walaupun sedikit ngaret dari waktu keberangkatan semula, namun wajah-wajah backpacker (red: sebutan bagi 9 orang mahasiswa CSS 48 yang ikut) tetap semangat. Faishal, sang komti selalu bisa mencairkan suasana. Maliki, dengan tampang “baby face” nya selalu dijadikan candaan teman-teman. Ramai?? Ya. Sepanjang perjalanan selalu ramai dengan celotehan riang dari para backpacker dadakan ini.
Bertolak dari Bogor hari Jumat malam pukul 22.00 dan sampai di Pati hari sabtu pukul 17.00 sore. Perjalanan selama 19 jam habis dipenuhi dengan kemacetan pantura dan kebingungan mencari rute perjalanan. Beruntung ada “GPS” nya Maliki. Hehe. Sesampainya di Pati, tepatnya di kediaman Mba Atin, rombongan disambut hangat oleh “shahibul bait” yang baru saja selesai melangsungkan tradisi “manakiban” pra akad nikah. “lapar, dahaga, dan lelah pun langsung bersarang” gumam sebagian dari rombongan backpacker. Akhirnya, setelah sedikit mencicipi makanan, rombongan backpacker segera menuju tempat penginapan yang tidak jauh dari lokasi hajat. Sebagian ada yang langsung merebahkan badan di kasur, sebagian sibuk dengan HP yang sudah “lowbat”, dan sebagian lagi ada yang antri mandi. 
Malamnya? Tepat sekali malam minggu kali ini, karena selain besok pagi adalah resepsi pernikahan Mba Atin, malam ini kami disuguhi dengan tawaran jalan-jalan ke Alun-Alun Pati sekaligus melihat masjid Agung Pati yang sudah “booming” itu. Dengan ditemani oleh Mas Aji, adik Mba Atin yang juga mahasiswa di UTY, rombongan segera bertolak ke Alun-Alun setelah mampir sejenak di Hotel Mini untuk sekedar melihat mempelai Pria di sana. Alun-alun Pati? Berkesan banget, dengan sentuhan suasana pasar malam, keramaian warga, hingga hingar-bingar cahaya lampu warna yang semakin meriuhkan suasana. Kami menghabiskan malam itu dengan minum es Kelapa Muda bareng Mas Aji dkk. Setelah mata tak lagi bisa berkompromi, kami pun beranjak meninggalkan lokasi dan kembali ke penginapan.
Paginya? Dingin, tidak terlalu. Hangat? Tidak juga. Namun lebih tepatnya suasana di Pati di kala pagi hampir sama dengan di Bogor. “Humidity” nggak ekstrim-ekstrim amat. Kamipun mengawali pagi dengan shalat subuh bareng, insyaallah Subuhnya gak di jama’ qashar, karena demam diskon musafir mungkin yaa. Setelah semua siap dengan batik kebanggaan, kamipun beranjak menuju lokasi akad nikah sekaligus walimatul Ursy. Di sana kami diperlihatkan akan raja dan ratu sehari yang sangat mempesona. Di mulai dengan akad nikah berbahasa arab, kemudian dilanjutkan dengan upacara adat jawa (injek telor, sungkeman, dll), foto bersama, hingga upacara adat keliling masjid.
Fiuh, capek juga ternyata setelah tadi merangkap menjadi fotografer dadakan. Kemudian rombongan beranjak menuju penginapan untuk packing persiapan pulang. Namun lagi-lagi kepulangan harus ditunda karena ada “mba dewi” yang juga akan datang ke Pati. Hmm, kira-kira jam 3 sore mba Dewi datang bersama mas Catur (baru kenal), yang kemudian berlanjut dengan cengkrama hangat di sana hingga sore. Akhirnya, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami pamit pulang karena besoknya harus sudah masuk kuliah. Makanan khas pun kami borong dari warga desa sekitar yang tidak tanggung-tanggung menjamu kami selama di sana.
Perjalanan pulang di mulai pukul 5 sore hari minggu, dan sampai di Bogor pukul 11 siang hari Senin. Telat kuliah, capek, gagal ke pantai, namun setidaknya perjalanan ini tetap berkesan hingga saat ini. semangat selalu.. ada sedikit oleh-oleh nih dari Pati.. check it out yaa.

On The Way.. :)
Menapaki Bumi Pati Lewat Indahnya Mesjid Agung
Akad Nikah.. :)
Foto Bersama Kedua Mempelai
"backpacker"
 
 semangat selalu, nantikan "rihlah" yang lebih berkesan dari ini kawan. insyaallah.
 

 

1 komentar:

  1. salam kenal saja silaturrohmi antar warga pati,,,,,,,,nan jauh di rantau silahkan kunjungi blog saya yang ala kadarnya http://seputarpati09.blogspot.com/

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...