16/08/12

Topik Menarik Sebuah Pidato Kenegaraan Oleh SBY


Menanggapi pidato kenegaraan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja dilaksanakan di Gedung DPR RI agaknya dapat menjadi perbincangan hangat dan aktual tentunya. Pidato yang rutin dilaksanakan setiap tangggal 16 Agustus ini atau bertepatan dengan sehari sebelum peringatan hari kemerdekaan RI ini merupakan sebuah momentum untuk menyampaikan berbagai rencana kenegaraan RI satu tahun ke depan.
Malam ini, bertepatan dengan penghujung ramadhan, pidato sakral itu baru saja digelar. Hal yang menjadi sebuah topik menarik tentunya adalah berbagai terobosan-terobosan baru yang akan segera diaplikasikan untuk kemajuan negara ini. Saya sendiri lebih tertarik kepada rencana presiden terkait transportasi. Rencana penambahan sarana dan prasarana transportasi di berbagai sektor sepertinya akan menambah kemudahan logistik dan mengurangi masalah-masalah transportasi. Di mulai dengan penambahan jumlah pesawat dan bandar udara, kemudian berlanjut kepada pembangunan Rel kereta api sekaligus penambahan kereta api. Di sektor perairan, akan terjadi penambahan kapal laut, sedangkan di sektor darat akan dilakukan terobosan-terobosan baru untuk memperkecil tingkat kemacetan, kecelakaan lali lintas, dan polusi udara. Saya sebagai seorang mahasiswa yang konsen terhadap disiplin ilmu “Pencemaran Udara” tentu saja sangat mengapresiasi rencana pemerintah tersebut. Semoga nantinya masalah polusi udara di berbagai sektor dapat teratasi sedikit demi sedikit.
Dari berbagai hal yang menarik menurut saya, ada satu hal yang membuat saya sedikit tertawa. Di sela-sela pidatonya, SBY mengungkapkan akan memperhatikan gaji pegawai dan pensiunan, spontan saja terdengar tepuk tangan riuh dari para hadirin yang hadir yang mungkin sebagian besar adalah anggota dewan. Hmm, saya hanya berharap agar mereka tidak mementingkan “salary” saja, harus tetep “ngabdi” buat negeri ini.
Selain beberapa topik itu, SBY juga menyinggung tentang masalah kemiskinan yang masih menjadi problema pelik di kalangan rakyat Indonesia. Saya jadi ingat sebuah kutipan dalam kumpulan pemikiran SBY yang tertuang di dalam “Indonesia Unggul”. Beliau mengatakan “kemiskinan adalah masalah semua orang. Bahkan jika tidak terdapat masalah kemiskinan di dalam batas negara anda, anda tetap tidak dapat mengabaikannya. Kita akan terus menghadapi masalah ini bersama-sama”. ya, artinya masalah kemiskinan adalah tanggung jawab kita juga. Saling tolong menolong, program subsidi silang, program BAZIS, dan lain-lain merupakan upaya dari dalam diri untuk dapat peduli kepada sesama agar pada akhirnya tingkat kemiskinan di negara ini dapat terdegradasi.
*semangat Ramadhan.

1 komentar:

  1. hmm.. sungguh sangat erotis eh ironis pemerintahan SBY... dulu dia disanjung sanjung.. sekarang dihujat..

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...