13/01/17

Aku yang Mengkhawatirkan Kehilangan


Lama-lama aku tak mampu menyimpan ini semua sendiri. Maafkan aku kalau kisah ini sudah tersebar rapi pada beberapa teman terbaikku. Aku sesak menahan kecamuk yang tak mampu kuredam sendiri. Aku tak bisa lagi bersahabat dengan kata pamungkas bernama tegar.

Jika ternyata tulisan ini terbaca olehmu, baik sengaja ataupun tidak, aku akan sangat bersyukur. Setidaknya pada akhirnya kamu tahu bahwa aku bukan hebat seperti pertama kamu mengatakan itu. Ada waktu di mana aku menjadi rapuh, tak berdaya.

Sudah tinggalkan saja dia. Kamu harus tegas.

Berapa banyak orang yang berkata demikian. Banyak, banyak sekali. Melabuhkan perasaan tak harus seperti ini. Kata mereka.

Aku tak pernah habis pikir, dengan mereka yang sesukanya datang dan pergi. Sedikit saja rasa nyaman itu muncul, perasaan –yang kusebut sebagai perasaan sesaat- tiba-tiba datang dan mendekat. Namun ketika tak ada lagi kenyamanan, maka selesailah semuanya.

Aku tak seperti itu. dan aku tak mau seperti itu.

Sejak awal ketika kita memutuskan untuk sama-sama dekat, aku benar-benar menjaga perasaan ini. Baik ketika nyaman berlebihan, atau saat aku tak merasa nyaman sama sekali. Baik saat kamu benar-benar hangat, hingga ketika kamu kehilangan peka seperti sekarang.

Aku yang mengkhawatirkan kehilangan. Bagiku kehilangan adalah memar. Di luar aku tegar, namun di dalam aku kehilangan ketabahan. Nanar rasanya bersama luka berwarna ungu. Seperti memar, lukanya kusimpan sendiri, tak mau satu orangpun tahu tentang hal ini. Namun sekali lagi, mereka melihat warnanya. Ungu kehitam-hitaman.

Aku yang mengkhawatirkan kehilangan. Bagiku ini menyedihkan. Satu dari penyakit akut adalah kehilangan. Dan bagiku itu sukar disembuhkan.

Sekarang aku adalah bagian dari kehilangan itu. bukan, bukan kehilanganmu yang kuharapkan ini tak pernah terjadi sama sekali. Sama sekali bukan itu. Yang ada, aku kehilangan konsep dan definisi mencintai. Tiba-tiba aku mati suri soal hakikat saling memiliki, cinta yang berbalas, dan perasaan yang nyaman bersamamu. Aku bahkan perlahan-lahan berupaya menyusun definisi baru tentang arti membersamaimu. Walau pedih, karena nyatanya aku yang berjuang sendiri.

Inikah arti dari mencegah kehilangan?

Banyak yang bilang, mencegah lebih baik daripada mengobati. Konsep medis yang ternyata mujarab untuk masalah hati. Mencegah kehilangan jauh lebih baik daripada mengobati kehilangan itu sendiri. Aku menerapkannya, bahkan sampai sekarang. 


Jika kehilangan ini harus dicegah, aku mohon, bisakah kamu juga ikut bersama-sama membuatku tenang dan membuang jauh-jauh khawatir itu? aku ingin upayaku mencegah kehilangan ini bisa selalu kamu dukung, walau dari kejauhan.


-Dalam Sketsa-

3 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...