07/12/16

Masih Bolehkah Aku Mengharapkanmu?

Apakah definisi cinta hampir selalu memiliki ritme yang sama? Apakah Tuhan telah menggariskan perjalanan cinta setiap orang dengan kisah yang hampir serupa? Atau, apakah hanya aku yang menamai ini cinta, sedang yang ada hanya aku yang berjuang, bagiku kamu tidak sama sekali. Menyesakkan.

Aku tahu ini sia-sia –tetapi mungkin hanya pendapatku saja-. Dan parahnya, aku tak mampu menghentikan perasaan yang ku sebut bak gayung bersambut namun menjadi bertepuk sebelah tangan. Sering aku tiba-tiba merasa paling putus asa, namun kemudian aku pada semangat yang lain muncul seketika. Bahwa cinta memang harus diperjuangkan bagaimanapun sulitnya, batin semangatku waktu itu.

Namun apa? Bagiku ini sakit berkepanjangan, kamu yang membuatku berharap sejauh ini. Kalau kamu tegas sejak awal perasaanku tumbuh, aku akan mundur teratur. Namun kamu sendiri yang mengizinkanku dekat denganmu waktu itu. Saat ini –yang perlu kamu tahu, bahkan aku berharap kamu membaca tulisan ini-, melupakanmu adalah hal yang paling konyol buatku. Kata-kata “Maaf aku terlalu berharap” atau “maaf sudah mengganggumu” adalah bukan aku sama sekali. Aku tak dibesarkan menjadi pengecut, bahkan sampai pada titik paling miris ini, di mana perasaan adalah kumpulan hari-hari yang rentan, dan rindu jadi kamu yang makin kelabu.

Semingguan ini aku menjadi lebih peka dengan ponselku. Sekali bunyi, aku selalu berharap itu pesanmu. Aku tahu, ini melelahkan. Namun entahlah, aku menjadi sosok paling semangat menunggu satu responmu, apa saja. Kalau aku ingat-ingat, kejadian ini acap kali berulang, dan malangnya aku selalu gagal mengambil pelajaran. Waktu itu ketika aku benar-benar sadar bahwa bukan kamu sebaiknya orang yang harus ku harapkan, bahwa hanya aku yang selalu memperjuangkanmu, tiba-tiba pagi-pagi sekali asumsiku buyar menguap tanpa sisa setelah kamu datang dengan hanya lewat pesan singkatmu. “Maaf kotak nasinya lupa belum dikembalikan, mau diisi apa?”, wahai perasaan, apakah ia lahir selalu berseberangan dengan kata bernama logika. Aku berjingkrak-jingkrak senang bukan main waktu itu. Ingin ku umumkan pada dunia bahwa akulah seorang beruntung itu. Aku lupa, lupa sama sekali dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya ketika aku harus berlama-lama menunggu pesan singkat lewat ponsel yang kuharapkan darimu, bahkan aku lupa dengan masa di mana aku kehilangan semangat mengharapkanmu.

Siapa yang salah? Kamu yang tidak peka sama sekali atau aku yang terlalu berharap?

Baiklah, ada baiknya kali ini aku mengalah, namun aku tak pernah merasa kalah.


Aku sadar, mungkin rindu bisa di mana saja berlabuh. Perasaan bisa kapan saja bertandang. Namun tidak dengan memiliki. Ia sesekali hilang bak angin yang tak bertemu pepohonan, tak bersambut. Akhirnya, yang ku sisakan sekarang adalah hati yang siap dengan segala hal terbaik dan terburuk setiap waktunya. Aku tidak mundur, namun aku sadar diri. Sering kali, terlalu memikirkanmu membuatku lupa mengerjakan banyak hal. Ibadahku kacau, kesehatanku terganggu, dan aku menjadi makin galau. Semoga dengan begini, aku menjadi pribadi lebih baik lagi. Biarlah rasa ini begini adanya, tak apa, aku menyetujuinya. Satu lagi, kalau kamu sempat dan berkenan, silakan saja kirim pesan singkatmu dengan isi apa saja padaku, kapanpun dan dalam suasana apapun. Ada kegembiraan tersendiri dan euphoria kecil-kecilan yang ku rayakan ketika menerima pesan singkatmu. Itu saja.


11 komentar:

  1. Kak, aku izin re_blog tulisan-tulisan kaka ya 😊

    BalasHapus
  2. Waaaaaaw keren ka ikrom... ijin ninggalin jejak ya ka wuriami19.wagomu.id

    BalasHapus
  3. Waaaaaaw keren ka ikrom... ijin ninggalin jejak ya ka wuriami19.wagomu.id

    BalasHapus
  4. Waaaaaaw keren ka ikrom... ijin ninggalin jejak ya ka wuriami19.wagomu.id

    BalasHapus
  5. Ehmm apa ya?? Suka dengan pilihan katanya yg di susun menjadi kalimat indah saat dibaca (bisa merasakan apa yg disampaikan) 👍

    BalasHapus
  6. Enak banget dibaca 👍

    BalasHapus
  7. setiap kata-kata dari kalimat di atas, jika di resapi punya arti tersendiri 😊 bagus kak 👍

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...