14/02/13

"Angin dan Pelangi"


“adakalanya perlu meneladani sosok angin, namun jangan sampai lupa bahwa ia hanya berbagi rasa tanpa menampakkan muka. Terkadang perlu belajar dari indahnya pelangi, hingga tak terlupa lagi bahwa hadirnya karena ada butir-butir hujan.”

Angin juga bermain rasa, terkadang sayup-sayup meniup dedaunan hingga semilir jadinya, terkadang lebih kencang hingga meniup sempurna nyiur di tepian samudera, namun terkadang guncangannya begitu hebat hingga merusak semua yang tiada terlewat olehnya. Andai angin menjadi teladan, cukup sepoi yang ku harapkan, cukup semilir yang ingin ku bagikan, hingga mereka terasa sejuknya tanpa harus menerka sesiapa pencipta rasa itu, sebab pangkalnya ada pada rahmatNya.
Menjadi sosok pelangi juga harus dengan genggaman rasa, rasa untuk berbalas budi, bertukar jasa, hingga sekedar berucap terima kasih. Ia hadir dengan sosok hujan dan butirannya, serta oleh kilau surya yang merekah dalam bias warna. Ah, andai pelangi menjadi teladan, sombonglah raga ini jika tak dapat mengingat kembali sosok-sosok berjasa di balik raihan selama ini. mungkin ucap terima kasih belum mampu membalasnya, namun kebaikan dan keikhlasannya akan lebih mencukupi dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...