17/09/16

Rindu yang Kau Titip Kemarin Lusa

Apalagi yang harus kita takutkan?
Eropa yang jauh
Tanah jiran yang cukup asing
Lalu yang harusnya ku bisikkan
Bahwa dunia tak sepenuhnya kekal
Untuk sekadar menjamah
Merebah duka
Atau rindu yang kau sulap
Jadi sajak tanpa alamatnya
Kotaku?
Kemarin lusa kau titipkan bingkisan
Isinya sapu tangan
Merah marun
Dan aku membaca makna dari wanginya
Pematang yang kau janjikan bertemu
Lalu berbagi canda, tawa, sisanya duka
Kini dipenuhi gabah kering
Dan aku hampir pergi
Tuhan yang kau kabarkan padaku
Setiap waktu semenjak rindu kau titip
Pada angin monsun
Ialah Tuhan hari ini, esok, lusa
Dan aku percaya
Kita berdua sepeda kayuh pada pematang gabah-gabah kering
Dan aku tengah merindui saat-saat itu
Bogor, 17 September 2016
-Ikrom Mustofa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...