29/08/16

Yang Berjalan Tanpa Jeda

Bagaimana rasanya bertemu rindu
Kerudung, selendang, dedaunan, kuku bentuk petai cina
Semua berwarna merah jambu
Resah yang jadi candu
Degup jantung yang mendadak kaku
Berhenti adalah waktu bermula bagiku
Meneruskan langkah pada jeda yang tak mau ku ganggu
"Bisakah kemarin terulang sekali lagi?"
Kita berkhayal memeluk arca-arca
Bertemu
Dua pasang mata
Sapu tangan motif
Kursi panjang
Taman tanpa bunga
"Terima kasih sudah menemani"
Bahu tempat rindu disandarkan
Sejenak saja
Barisan semut merah
Lagi-lagi menggoda
Menyebut kita malu-malu
Padahal rindu
Kadang tak pernah mau menyatu
Dengan hujan, angin, atau airmata
"Sampai kapan kita harus begini?"
Kau tahu halilintar
Hujan ialah tamu undangan pertamanya
Kotamu yang terang
Mirip negeri fantasi
Altar, istana, menara, dan lampu-lampu kota
Dan aku masih termenung
Menyembunyikan pertanyaanmu
"Aku rindu."
Dan aku terpaku
Pada kalimat terakhirmu
Bogor, 29 Agustus 2016
-Ikrom Mustofa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...