15/05/13

Rasa yang Melengkapi Logika


Terkadang, ketika engkau menemuinya sebagai seorang lelaki,
 lalu engkau menganggap ia tak berpunya rasa.
Mungkin pernah juga, ketika engkau menemuinya sebagai seorang perempuan,
Lalu engkau menganggap ia sosok tak berdaya.

Sungguh, lelaki juga mempunyai rasa,
Namun terkadang ia tertangguhkan oleh logika
Sering ia membahasakan angka, bahkan puluhan kali ia mempertaruhkan fakta
Sebab dengan itu ia beroleh rasa.

Juga, tak sepenuhnya perempuan hilang dalam cerita
Mereka berusaha, mereka berupaya akan hal yang tak terduga,
Bahkan diamnya terkadang sedang memikirkan solusi mahir nan sahaja
Mereka berdaya,
Namun hanya saja tersimpan dalam sosok lembut,
Sosok menjaga hormat, hingga sosok jelitanya.

Pagi tadi, engkau berkisah akan perempuan yang tengah melakukan perjalanan.
Namun engkau lebih banyak diam
Diam, sejatinya engkau lebih murah bertanya dari pada berkisah

“apa yang dilakukan perempuan itu?” aku menyela kebisuan pagi tadi.

“ia lebih banyak bertanya jalur perjalanan pada beberapa pedestrian.” Jawabmu singkat.

“lalu bagaimana jika yang melakukan perjalanan itu lelaki?” tanyaku.

Engkau berfikir sesaat, lalu menjawab sekenanya,
“mungkin lelaki itu akan mengupayakan sendiri jalurnya, bereksplorasi dengan logikanya, dan terkadang ia harus berlama-lama dalam perjalanan.”

Sejenak aku diam, namun kemudian ia bertanya,

“bagaimana menurutmu mereka bisa begitu?”

“begitulah hakikat perempuan, sejatinya ia membutuhkan sosok pemimpin yang mungkin saja itu imam baginya, sebagai penguat keluhnya, pendengar kesahnya, hingga terkadang mengusahakan jawaban untuk beberapa pertanyaannya.”

“Lalu bagaimana dengan lelaki?”

“hakikat lelaki itu menguatkan, namun terkadang ia harus mendengarkan, sebab terkadang dibalik kesuksesan seorang lelaki, akan ada sosok perempuan yang mengingatkan.”



semoga memimpin bukan bermaksud menggurui, namun lebih pada pengabdian diri
semoga emansipasi tak hendak menyaingi, namun lebih pada menjaga kesucian diri
semoga rasa yang akan melengkapi logika.
Insyaallah.

4 komentar:

  1. sukaaaaaaaaaaaa euy :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bermanfaat lis..
      Baarakallahu Fik..

      Hapus
  2. kerenn bahasanya ikrom :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, biasa aja nop..
      hehe..
      semoga bermanfaat,
      baarakallahu fik.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...